Minggu, 12 April 2009

SEJARAH PACU ITIK


Pacu itik lahir di kenagarian Aur Kuning, Sicincin di Kota Payakumbuh dan Padang Panjang di Kabupaten Limapuluh Kota. Sejarahnya masyarakat di 3 Kenagarian tadi merupakan masyarakat petani yang sawahnya berjenjang – jenjang Karen berada di perbukitan. Disamping bertani mereka juga memelihara itik yang di gembala di sawah. Ketika menghela itik dari atas ke bawah banyak dari itik – itik tersebut terbang laying kebawah, maka di cobalah melatih itik – itik tersebut untuk lomba anak nagari berupa pacu itik untuk menghilang kejemuan dalam bersawah.

Setiap tahun timbul inovasi dari masyarakat mencoba melatih itik itik mereka untuk terbang di daerah dataran dan berhasil. Sejak tahun 1927 maka berkembanglah tradisi pacu itik di 3 kenagarian tersebut, sampai saat ini terdapat 11 Gelanggang di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Tidak semua itik bias di jadikan itik pacu, ada beberapa criteria itik yang bias dijadikan itik pacu yaitu ; Warna paruh dan kaki sama, Mata dengan alis jaraknya tipis, Leher pendek, Sayap elang tidak boleh berpilin tapi lurus mengarah ke atas, Gigi ganjil 7, 9 dst, Ujung jari ada sisik kecil, dan Badan panjang model jantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar